Kamu, adalah laki-laki pertama yang kuhayalkan. Kamu jadi pusat hayallku sejak duduk di taman kanak-kanak. Terlihat tidak masuk akal tapi nyatanya sampai sekarang namamu masih sulit kusuarakan dengan lantang.
Kamu yang berkulit putih, berambut pirang dan bertelinga lebar. Yah, semuanya masih kuingat sampai sekarang. Bagaimana mata coklatmu, bagaimana seyumanmu, bagaimana suara serakmu, bagaimana cara berjalanmu, bagaimana cara berlarimu, bagaimana cara makanmu ya semuanya masih kuingat.
Jangan kira jatuh cinta puluhan tahun dengan mu semudah itu, kita satu taman kanak-kanak kemudian terpisah di sekolah dasar lalu bertemu lagi di kelas 4 dan terpisah lagi ketika smp juga sma.
Astaga, haruskah kukatakan separah apa aku ketika tidak bisa melihatmu lagi ketika smp. Aku dengan gilanya, pergi jam 6 pagi dan mengambil jalan memutar hanya untuk melewati rumahmu, berharap melihatmu meski hanya sekilas meski nyatanya ketika tuhan tidak menginginkan aku bertemu denganmu, dan kemudian aku bisa apa? Walau puluhan kilometer ku lewati, berjam-jam perjalanan hanya untuk melihat mu. Ya aku tetap tidak bisa melihatmu. Iya terkesan drama memang, tapi itulah nyatanya, jalan yang seharusnya aku lewati hanya dengan bersepeda 8 kilo maka aku harus memutar sampai 10 kilo, yang harusnya aku bisa sampai pukul 7.30 pagi jadi pulul 8.00 pagi. Tapi parahnya aku masih berharap bertemu dan parahnya aku tidak jera. Terhitung dari 3 tahun masa smp, dan kita hanya bertemu 2 kali begitupun ketikaa sma, aku hanya pernah bertemu 1 kali dan itupun ketika kau kencan dengan kekasihmu.
Aku masih sangat ingat, segila apa aku ketika kamu bersama sahabatku. Ini memang bukan separah dunia yang hancur hanya saja kupikir betapa sulitnya untuk bertahan jatuh cinta denganmu.
Mungkin mereka yang tau kisah ini berpikir bahwa aku dekat denganmu. Mungkin mereka harus tahu kebenaran dari kisah ini bahwa nyatanya aku dan kamu hanya teman sekelas dari TK, kita tidak pernah berbicara panjang, kita tidak pernah saling menyapa.
Ya, aku memang ingin menyapanya. Tapi bahkan sampai menjadi mahasiswa pun aku masih tidak bisa, padahal kami sudah berteman di aplikasi chat dan berakhir dengan aku yang diblocknya saking tidak bergunanya berteman denganku mungkin...
Sampai saat ini, aku masih menyimpan hayalku denganmu, meski tidak segila dulu karna mungkin waktu menjadi obat penenang perasaanku padamu.
namun aku tetap ingin menyatakan bahwa kamu, yang aku hanya bisa sampaikan ini lewat kata.
Aku menyukai matamu coklatmu
Aku menyukai senyummu
Aku menyukai rambut ikal coklatmu
Aku menyukai telinga lebarmu
Aku menyukai suara serakmu
Aku menyukai cara berjalanmu
Aku menyukai cara larimu
Aku menyukai cara makanmu
Aku menyukai kecerdasanmu
Aku menyukai semua yang ada dikamu baik ataupun buruk.
Aku menyukai senyummu
Aku menyukai rambut ikal coklatmu
Aku menyukai telinga lebarmu
Aku menyukai suara serakmu
Aku menyukai cara berjalanmu
Aku menyukai cara larimu
Aku menyukai cara makanmu
Aku menyukai kecerdasanmu
Aku menyukai semua yang ada dikamu baik ataupun buruk.
Ya! Aku suka kamu!

0 komentar:
Posting Komentar